Dalam Syari'at Islam, kita sudah sama-sama tahu bahwa Berjilbab atau mengenakan busana yang menutup Aurat merupakan sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena perintah untuk memakai Jilbab atau Hijab adalah perintah langgsung dari Allah. Dan barang siapa yang melanggar dan menentang perintah-Nya, maka ia akan dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang mendurhakai, mendustakan ayat-ayat Allah dan juga melanggar batas-batas hukum-Nya. Dan karena itu Allah mengancam mereka dengan neraka jahanam. Allah berfirman, " Dan Barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, Niscaya Allah akan memasukkannya kedalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan. " (QS. An Nisa: 14).

Berikut golongan-golongan wanita yang tidak wajib berjilbab :

1. Anak-anak perempuan Muslim yang belum Baligh. 

Hukum dan Syari'at Islam mulai berlaku secara penuh kepada mereka yang telah Mukallaf, yaitu mereka yang sudah terkena kewajiban untuk menjalankan perintah Allah dan sudah mengalami masa akil baligh. Sementara bagi mereka yang belum baligh, maka ia belum terkena kewajiban untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban agamanya. Begitu juga dalam hal pemakaian Jilbab/Hijab, anak-anak perempuan yang belum baligh tidak diwajibkan untuk memakai Jilbab.

2. Orang Gila

Golongan kedua yang tidak wajib untuk memakai Jilbab/Hijab adalah wanita yang hilang akal (gila). Dalam syari'at dan hukum Islam, orang yang hilang akal pikirannya (gila), maka ia bebas dari kewajiban apapun juga. Dan Rasulullah Saw telah menjamin bahwa Orang Gila akan bebas dari hukum-hukum yang Allah tetapkan. Rasulullah Saw bersabda, " Diangkat pena dari tiga orang: orang yang tidur hingga dia bangun, orang gila hingga dia sadar, anak-anak sampai ia baligh." (HR. Ahmad, Abu Dawud, An Nasa'i dan Ibnu Majah)

3. Wanita Non Muslim.

Sudah sangat jelas bagi kita bahwa hukum dan syari'at Islam hanya berlaku untuk mereka yang beragama Islam, sementara bagi mereka yang tidak beragama Islam (Non Muslim), maka mereka tidak terkenai kewajiban apapun secara syari'at. Maka dalam Al Qur'an dikatakan Perintah berjilbab hanya untuk orang-orang yang beriman, yang tidak beriman tidak wajib untuk berjilbab. 

4. Wanita Lanjut Usia

Allah tidak mewajibkan perintah berjilbab/berhijab kepada wanita lanjut usia atau nenek-nenek yang telah menapause, yaitu mereka yang sudah kehilangan syahwat, telah berhenti haid, dan tidak mengharapkan lagi adanya hubungan seksual. Dalam firman-Nya dikatakan, " Dan para perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah (lagi), maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar) mereka dengan tidak (maksud) menampakkan perhiasan; tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka..." ( QS. An Nur : 60)

 

 

Referensi :

https://gamisjilbabsyari.com/inilah-golongan-wanita-yang-tidak-wajib-berhijab

https://www.kompasiana.com/eroy/ternyata-berjilbab-itu-tidak-wajib_568c7ffef17e6100048b4579

Klik Pengunjung : 181